Manajemen Bencana PDF  Array Cetak Array  Surel
AddThis Social Bookmark Button

Kepulauan Mentawai adalah daerah geologi Sumatra yang paling aktif. Daerah ini dikenal sebagai kawasan cincin api (ring of fire) bencana alam. Di sekitar Kepulauan ini terdapat subduksi lempengan samudra dari lempengan benua. Dicelah sempit dan dalam dibatas antara ujung dua lempeng itu, terdapat sesar Mentawai Megathrust. Serangkaian gempa di lepas pantai Sumatra besar sejak tahun 2003—hingga paling akhir September 2009 di lepas pantai Pariaman (7,9 M)—merangsang aktivitas sesar ini. Energi yang akan dikeluarkan dari pergeseran zona subduksi ini diperkirakan mencapai lebih dari 8 M dan memunculkan gelombang tsunami 5-10 meter. 

Belum banyak pihak melakukan antisipasi bila terjadi kemungkinan terburuk. Jika gempa dan tsunami melanda kota-kota pantai barat Sumatra, seluruh pulau-pulau lepas pantai Sumatra Barat akan mengalami isolasi. Akses transportasi akan lumpuh dan jaringan komunikasi putus total. Sementara, prioritas penanganan bencana akan difokuskan di daratan Sumatra. Pemerintahan pun belum siap menghadapi bencana. Sebagai kabupaten baru, pemerintahan daerah Kepulauan Mentawai belum memiliki pengalaman menghadapi bencana. 

Untuk menghadapi situasi ini PASIH telah menyiapkan beberapa program tanggap darurat terhadap bencana gempa dan tsunami. PASIH telah memulai usaha ini sejak tahun 2005 ketika terjadi gempa yang berpusat di pantai timur pulau Siberut. Usaha-usaha itu dimulai dari penanganan pengungsi di kota kecamatan di Siberut Selatan. Usaha itu dilanjutkan penyebarluasan informasi menenai bencana alam dan tsunami. Di tahun yang sama, bekerja sama dengan sekolah dasar dan menengah, kami melakukan pelatihan mitigasi gempa bersama guru-guru dan perwakilan sekolah di seluruh Siberut.

PASIH juga mengembangkan penanganan bencana alam berbasiskan masyarakat. PASIH  membangun kerjasama dengan masyarakat di beberapa desa di Siberut Selatan dalam menyiapkan rencana mitigasi dan evakuasi pra dan pasca gempa. Dalam pembuatan rencana itu, kami melakukan konsultasi dengan seluruh warga desa secara partisipatif. Secara rutin, PASIH juga melakukan monitoring kondisi Siberut pasca gempa-gempa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir ini.