PASIH mengembangkan dua program utama yakni Konservasi dan Pengembangan Ekonomi. Kedua program ini saling melengkapi karena konservasi tanpa manfaat ekonomi mustahil diimplementasikan; sementara pengembangan ekonomi tanpa pelestarian alam tidak akan berkelanjutan.
Konservasi Berbasiskan Masyarakat
Prinsip konservasi yang dijalankan PASIH berbasiskan masyarakat. PASIH menjalankan kegiatan konservasi dengan memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk memahami fungsi dan pelestarian alam. Pemahaman ini diharapkan menghindarkan pemanfaatan sumber dayu berlebihan. Kegiatan konservasi diantaranya adalah mendiseminasikan informasi tentang lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam, termasuk pengelolaan sumber daya laut. Kampanye difokuskan kepada isu reforestasi, efek negatif penggunaan racun ikan, akses dan kontrol terhadap hutan yang adil, pemanfaatan air bersih dan pengelolaan sampah, serta rehabilitasi lingkungan. Kampanye ini dilakukan lewat anak sekolah, media masa, dan langsung di masyarakat.
PASIH berusaha mempengaruhi kebijakan lokal. Hal ini dilakukan dengan bekerja dengan pemerintahan lokal. PASIH berperanan sebagai mitra dansekaligus pengawas dari masyarakat sipil dalam kebijakan pembangunan berwawasan lingkungan. Salah satu contoh yang telah dilakukan PASIH adalah mendampingu pembuatan peraturan (Perdes) pro-konservasi.
Pengembangan Ekonomi
Agroforestry
Program Pengembangan Ekonomi dilakukan melalui skema Agroforestri. Agroforestry ini berdasar atas pengetahuan lokal masyarakat Mentawai yang disebut sebagai pumonean. Pumonean ini adalah sebuah praktek integrasi tanaman hutan, tanaman pertanian, dan tanaman komersial melalui skema perladangan. PASIH mengembangkan program ini selama 6 tahun di 9 dusun di 4 desa di Siberut Selatan. Program agroforestry dimunculkan untuk skema antisipasi kemiskinan akibat pengelolaan sumber daya yang ekstraktif. PASIH telah bekerja dengan masyarakat untuk mengembangkan jenis-jenis asli seperti rotan manau (Calamus manan), dengan tanaman introduksi yang sesuai dengan ekologi Siberut seperti pala (Myristica fragrance), pinang (Pinangan annata), dan kakao (Theobroma cacao).
PASIH telah memfasilitasi pelatihan teknik-teknik baru manajemen hutan dengan lebih menekankan keterampilan budidaya. Pola tanam dikembangkan melalui pengenalan teknik-teknik penanaman dan pemilihan jenis-jenis tanaman budidaya yang tepat. Melalui program ini, teknik-teknik perladangan baru (jarak tanam, perawatan semi-intensif, pemangkasan, penjarangan, seedling nursery) yang diintegrasikan dengan silvikultur lokal telah berhasil memproteksi hutan-hutan di Siberut dari sistem pembukaan ladang tebang habis. Agroforestry dapat menjadi terobosan dalam merumuskan strategi pemulihan sumber daya tradisional bagi perekonomian masyarakat di Siberut.
Ekowisata
Ekowisata diyakini sebagai jalan tengah untuk konservasi dan pembangunan. Nilai estetik keanekaragaman hayati dan ekologi dapat dinikmati dan membawa keuntungan ekonomi tanpa harus dieksploitasi. Dalam hal konteks ini PASIH berusaha secara langsung untuk mengenalkan ide konservasi dengan menjadi pelaku industri ekowisata.
Melalui paket wisata ini, PASIH berusaha mendapatkan pendanaan tambahan untuk kegiatan konservasi. Sejauh ini kegiatan konservasi sangat tergantung dengan pendanaan dari luar melalui pendekatan project. PASIH berusaha untuk mengatasi ketergantungan tersebut dengan memunculkan inisiatif ekowisata. Keuntungan dari usaha ekowisata ini akan digunakan untuk melakukan aksi konservasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. berwisata bersama PASIH berarti juga dapat membantu usaha konservasi Siberut. Hal ini membuat PASIH memiliki pemahaman budaya, karakter dan cara hidup masyarakat Mentawai di Siberut.
|