Proyek PDF  Array Cetak Array  Surel
AddThis Social Bookmark Button

Project


Judul Improving Natural Resources Management in Siberut Island through the Revitalization of Traditional Knowledge and the Promotion of Sustainable Agriculture
Mitra Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai, Taman Nasional Siberut
Waktu 2009-2010
Pendanaan Paul K. Feyerabend Foundation, Switzerland

Masyarakat Siberut memiliki sistem agroforestri tradisional yang disebut dengan pumonean. Agroforestry ini sangat unik karena tidak berpindah dan tidak menggunakan api dalam fase pembukaan hutan. Pumonean ini dipandang memberi keuntungan bagi konservasi alam. Fungsi Pumonean ini beragam mulai dari  ekonomi, sosial dan ekologi. Akan tetapi, seiring dengan perubahan sosial, masyarakat Siberut mulai mengadopsi sistem pertanian seperti di daratan sumatra yang sangat merusak. 

Proyek ini bertujuan untuk melaksakan mekanisme perlindungan ekosistem pulau Siberut dengan memperkuat pengetahuan tradisional pumonean dan juga mendorong pengelolaan sumber daya alam yang berbasiskan pengetahuan tradisional dan diintegrasikan dengan pengetahuan ilmiah. 

PASIH mengembangkan agroforestry lokal yang diperkaya dengan pengetahuan modern sebagai cara untuk mengatasi transisi pengelolaan sumber daya alam dari model subsisten ke ekonomi tunai. Proyek ini memiliki dua tujuan utama yakni (1) mengidentidikasi pengetahuan dan praktek tradisional pengelolaan sumber daya alam yang dapat diintegrasikan dengan sistem agroforestry yang berorientasi komersial; (2) Transfer keterampilan teknologi tepat guna bagi masyarakat lokal dalam praktek agroforestry yang menghormati pengetahuan tradisional dan adat-istiadat setempat. Proyek ini dilakukan di 5 desa di Siberut Selatan dengan jangkauan 1000 rumah tangga.


Judul Improvement agroforestry system in Siberut
Mitra Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Mentawai, Taman Nasional Siberut
Waktu 2009-2011
Pendanaan Stichting Ommersteyn Belgia 

Masyarakat asli Siberut memiliki sistem agroferstri tradisional yang disebut sebagai Pumonean. Pumonean adalah cara mentransformasikan hutan menjadi ladang yang produktif tanpa merusak keseluruhan hutan. Pumonean menyediakan sumber pendapatan melalui tanaman komersial, makanan pokok, tumbuhan obat dan juga berfungsi sebagai cara mempertahankan relasi sosial. Kekhasan Pumonean adalah tidak menggunakan api  dan tidak melakukan model tebang habis hutan.

Proyek ini bertujuan untuk mempromosikan pumonean sebagai model agroforestr Siberut dengan memperbaharui dan memperkaya teknik perladangan tradisional. Tujuan jangka panjang proyek ini adalah melakukan pengembangan ekonomi yang mendukung restorasi ekosistem dalam skema konservasi pulau Siberut. Capaian dari project ini adalah; meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan sumber daya alam; memperbaiki sistem dan teknik penggunaan lahan dan pengembangan jenis komoditi agroforestri; membangun petak percontoan dan pusat informasi mengenai agroforestri; dan mempromosikan pemahaman mengenai pengetahuan tradisional dan agroforestri model bagi pengambil kebijakan di tingkat Kabupaten.


Judul Promoting conservation to halt degradation of the rainforest heritage of Indonesia (Siberut) and improve the management of protected areas.
Mitra Taman Nasional Siberut, PBHI
Waktu 2009
Pendanaan UNESCO Kantor Jakarta


Siberut adalah pulau yang secara ekologis luar biasa. Isolasi geografis Siberut menghasilkan tingginya flora dan fauna endemik. Ekosistem Siberut yang unik dan khas mengalami banyak tekanan karena perubahan sosial dan pembangunan di era desentralisasi. Dalam rangka mengatasi skema pembangunan yang destruktif, pendekatan yang holistik dan komprehensip dibutuhkan untuk penyelamatan Siberut. usaha ini bisa dilakukan dengan penguatan budaya dan pelstarian alam, meningkatkan kapasitas gensi konservasi dan meningkatkan kesadaran stakeholder. Untuk menghindari degradasi Siberut, project ini akan melakukan intervensi untuk mengelola potensi dan resiko perubahan sosial di Sibeur bagi pelestarian alam. Intervensi ini khusuny afokus untuk menyelamatkan keunikan ekosistem dan tingginya keanekaragaman hayati sebagaiaman meningkatkan pengelolaan kawasan taman nasional. 

Tujuan utama proyek ini adalah; meningkatkan kapasitas taman nasional dan mitra kerjanya untuk bekerja secara efektif di lapangan; meningkatkan partisipasi masyarkaat, dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman tradisional, dalam mendefinisikan dan memformulasikan kebijakan menyangkut lingkungan dan ekonomi; meningkatkan kualitas masyarakat adat dengan membangun pemahaman budaya yang tepat dan pelestarian alam dalam implementasi pembangunan; meningkatkan pemahaman dan kesadaran pemangku kebijakan untuk memperbaiki kebijakan mengenai Cagar Biosfer dan peran masyarakat adat, serta nilai konservasi dan budaya pulau Siberut.

Judul Project : Cacao and Nutmeg Seed Development as Agroforestry Model in Siberut Island.
Waktu : 2008
Pendanaan : Ommersteyn Foundation dan UNESCO Kantor Jakarta

Project ini berusaha untuk melengkapi dan memperkuat teknik-teknik bercocok tanam yang telah dikembangkan tersebut. Fokus kegiatan yang diajukan adalah pengembangan dan pemuliaan jenis-jenis komoditi agroforestry yang sesuai dengan ekologi Siberut. Sekarang ini penduduk Siberut tengah mengalami demam coklat (Theobroma cacao) dan pala (Myristica fragrance). Meskipun pala dan coklat telah dikembangkan secara meluas akan tetapi belum ada pihak yang mengembangkan bibit secara intensif di pulau Siberut. Varietas pala dan coklat yang beredar sebagian besar dari daratan Sumatra Barat dalam bentuk bibit yang siap tanam dan bukan bibit yang telah dikembangkan para peladang. 

Kegiatan yang dilakukan meliputi pelatihan pengembangan pembibitan dan pengumpulan jenis pala dan coklat dari berbagai varietas di beberapa daerah dan varietas yang telah dikembangkan penduduk Siberut 10 tahun terakhir. Pusat pembibitan ini dilengkapi pengairan dan penyiraman yang memadai. Pusat pembibitan ini dirancang dan disesuaikan dengan kondisi ekologi Siberut yang memiliki curah hujan tinggi agar bibit yang dikembangkan mudah beradaptasi dengan ekologi pulau Siberut. Penyediaan dan pengembangan beberapa varietas-varietas dari berbagai daerah akan dapat membantu pencarian jenis-jenis yang menghasilkan produktivitas tinggi, tahan hama dan sesuai ekologi pulau Siberut. Project ini juga membantu penduduk Siberut untuk mendapatkan pelatihan pembibitan. Pelatihan yang diberikan adalah seleksi bibit, pengembangan dan perawatan bibit membantu peladang Siberut untuk mendapatkan peluang mendapatkan hasil panen yang lebih tinggi. Instruktur untuk pelatihan ini berasal dari penduduk Siberut yang telah berhasil mengembangkan bibit.


Judul : Disaster Risk Reduction in Siberut Island, West Sumatra
Waktu : 2008
Pendanaan : UNESCO Jakarta Office
Mitra : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Cabang Siberut Selatan, Pemerintah Desa Maileppet dan Muara Siberut

Project ini berhasil menyegarkan masyarakat melalui pendidikan mengenai kebencanaan dan mengimplementasikan persiapan masyarkat terhadap gempa di 3 desa di Siberut Selatan. Penyadaran tentang kebencanaan ini sangat penting untuk memberikan dasar bagi setiap pemimpin lokal dalam merancang pembangunan desa mereka yang lebih sadar terhadap potensi kebencanaan pulau Siberut yang berada di lingkaran daerah bencana (ring of fire). 

Melalui kampanye, pertemuan rutin di tingkat desa dan pelatihan dengan tokoh-tokoh kunci, project ini telah memberikan kesadatan akan bencana gempa dan potensi tsunami. Melalui project ini, penduduk Siberut dapat merencanakan aksi-aksi tanggap darurat yang efektif berdasarkan atas pemahaman budaya dan kebiasaan setempat. Project ini berhasil menyiapkan masyarakat untuk awas terhadap bencana gempa. Masyarakat berhasil memahami apa yang harus dan tidak harus dilakukan ketika bencana gempa terjadi. Pasca project ini terdapat 3 kali gempa besar di sekitar pulau Siberut dan tidak ada laporan bahwa terdapat korban jiwa dari masyarakat. 


Judul Assisting Local Peoples and Government in the Sustainable  Development Scheme In Siberut Biosphere Reserve
Mitra Pemerintah Kecamatan Siberut Selatan
Implementasi 2008
Pendanaan UNESCO Kantor Jakarta

Project ini berusaha mengatasi keterbatasan pemerintah dan masyarakat lokal di Kecamatan Siberut Selatan dalam menerapkan pola pembangunan yang ramah lingkungan--seperti yang direkomendasikan dalam strategi Seville. Project ini memiliki capaian untuk memberi garansi bagi pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dalam konteks imlplementasi pembangunan pada tingkat paling lokal yang memperhatikan kondisi sosio-kultural dan pengetahuan lokal. 

Project ini berhasil membantu masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan kapasitas dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan dalam konteks pengelolaan Cagar Biosfer; dan juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran ke pelbagai pihak untuk memperbaiki kebijakan mengenai hak dan peranan masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Melalui serangkaian pertemuan ditingkat kampung dan sosisalisasi, masyarakat juga mengerti konteks ekologis dan kerentanan pulau Siberut dan statusnya sebagai Cagar biosfer. Pemerintah mengerti dan memahami konteks status cagar biosfer dalam pembangunan. Menjadi cagar biosfer, bukan berarti mensterilkan Siberut dari pembangunan. Pola-pola pembangunan inilah yang harus dicari oleh pemerintah dan masyarakat.


Judul Project : Membangun dan Mengembangkan Kolaborasi Konservasi Masyarakat dan Taman Nasional Siberut
Waktu   : 2007
Pendanaan  : CEPF (Critical Ecosystem Partnership Fund)
Mitra   : Balai Taman Nasional Siberut (BTNS), Pusat Informasi Lingkungan Hidup (PILI) NGO, Bogor

Pembentukan dan pengelolaan Balai Taman Nasional Siberut (BTNS) di Pulau Siberut, Sumatra Barat, memunculkan konflik dengan masyarakat. Pendekatan manajemen BTNS berorientasi keproyekan dan 'top down' serta kurang mengapresiasi dinamika sosio-kultural masyarakat Siberut. Sepanjang tahun 2001-2005 konflik ini berusaha dikurangi dan dimediasi melalui program kolaboratif manajemen (Ko-Manajemen) antara BTNS dan masyarakat dengan dukungan UNESCO kantor Jakarta. Program ini berhasil meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap BTNS dan meningkatkan skill dan keterampilan staf BTNS dalam membangun kerjasama dengan masyarakat dan komponen konservasi (Pemerintah Daerah, LSM) di Siberut.